menu

Tampilkan postingan dengan label Iman & Religiusitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iman & Religiusitas. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2016

Serba-Serbi Natal

Natal selain merupakan perayaan kerohanian juga identik dengan pesta dan kegembiraan. Ungkapan kegembiraan serta perayaan pesta (minimal pesta di dalam keluarga) bisa berwujud hiasan khas natal, baju baru dan makanan tertentu yang disajikan khas Natal.

Minggu, 19 Juni 2016

Sinter Klaus

Hoo ho hoo !! Gemuk, gembira, berjanggut putih, mengenakan mantel merah berbulu putih dan sepatu bot hitam, membawa lonceng dan sekarung kado natal, sosok yang muncul di pikiran kita tidak lain adalah ya, Sinter Klaus ! Siapa lagi kalau bukan dia yang merupakan tokoh legenda perayaan hari Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember setiap tahunnya.

INKARNASI: ALLAH PUTERA MENJADI MANUSIA

Iman kristiani percaya bahwa Allah Putera, yaitu pribadi kedua dalam Allah Tritunggal Maha Kudus, menjadi manusia. Di dalam Syahadat dikatakan “Dan Ia menjadi manusia demi keselamatan kita.” Banyak orang melihat pernyataan iman ini tidak masuk akal atau terlalu mengada-ada (baca: dongeng/legenda/mitos). Mengapa tidak masuk akal?

Tokoh Masa Adven

Nabi Yesaya
Nama Yesaya berarti Tuhan (Yahweh) adalah penyelamat. Ia diperkirakan hidup pada abad VIII SM di Kerajaan Yehuda yaitu jaman Raja Uzzia, Yotham, Ahaz dan Hezekiah. Kalau melihat bahwa pemerintahan Uzzia dimulai pada tahun ke-52 abad VIII SM maka Yesaya sudah menjadi Nabi beberapa tahun sebelum pemerintahan Raja Uzzia (+/- 740SM). Ada yang memperkirakan bahkan Nabi Yesaya berkarya beberapa tahun di awal pemerintahan Raja Manasye. Kalau informasi ini betul maka Nabi Yesaya berkarya sebagai Nabi selama 64 tahun.

Adven




Adven dalam tradisi Gereja Katolik adalah nama periode sebelum Natal. Nama Adven diambil dari kata Latin Adventus yang artinya adalah Kedatangan. Pembaptis] dan kematiannya, Gereja mempersatukan kehendaknya: “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”(Yoh 3:30)
Kalau dilihat demikian maka tema Adven yang artinya “penantian” mempunyai maksud mengarahkan padangan kita ke depan akan masa depan yang sesungguhnya ketika Tuhan Yesus datang kedua kalinya. Tema “berjaga-jagalah” (lih. Mat 24:42. Mat 25:13; Mrk 13:33) menjadi jargon yang didengung-dengungkan selama masa Adven. Kita diingatkan bahwa bagaimana pun kehidupan kita di dunia ini (entah baik ataupun buruk) toh suatu hari akan berakhir dan kita harus siap menghadapi itu.